08.00-20.00 All Day
085219495273
085219495273
085219495273

jeparacraft4@gmail.com
( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

MEA Jadi Peluang Furnitur untuk Perluas Ekspor

Sunday, October 9th 2016.

logookes

Sumber : Koran Sindo

SRAGEN – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015 mendatang diyakini menjadi peluang bagi industri furnitur Indonesia. Pasalnya, produk mebel nasional bakal lebih leluasa merambah pasar regional.

“MEA itu peluang bagi mebel nasional karena dari pasar domestik dengan populasi 250 juta lalu meluas kepasar ASEAN dengan penduduk 620 juta,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin saat mengunjungi PT Rakabu Sejahtera di Sragen, Solo Raya, Jawa Tengah, kemarin.

Perusahaan ini merupakan salah satu produsen mebel yang berlokasi di Kawasan Industri Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo).

Dia menegaskan, MEA menjadi peluang bagi industri furnitur nasional karena di balik kalkulasi jumlah penduduk terdapat pasokan bahan baku yang menopangnya. “Ini harusnya menjadi keunggulan kita dan menjadi kesempatan kita masuk ke pasar ASEAN karena kekuatan kita ada di bahan baku,”ujarnya.

Saleh melanjutkan, keragaman corak desain yang berciri khas lokal menjadi keunggulan Industri furnitur nasional.”Soal kualitas kita berani diadu. Kreativitas desain juga jangan ditanya. Pelaku industri¬† dan para desainer kita kondang dengan ragam desain tradisional maupun kontemporer,” ungkapnya.

Menperinmengapresiasiide dari Asmindo agar disiapkan buffer stock bahan baku di kawasan industri. “Manfaatnya adalah mendekatkan ke lokasi produksi, menjaga kestabilan harga, dan menjamin ketersediaan bahan baku,” ujar Wakil Ketua Asmindo Komda Solo Raya, Adi Darma Santoso.

Menperin juga mendorong kesesuaian regulasi antar kementerian. Tujuannya agar beleid-beleid itu menjadi pendorong industri dan bukan justru menghambat. “Misalnya, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK, kami minta tidak berlaku untuk industri kecil agar mereka lebih cepat berkembang,” katanya.

Adhi Dharma Santoso mengatakan, lima tahun ke depan industri furnitur masih berpeluang meningkat, mengingat masih ada potensi sumber daya alam yang belum digali secara maksimal. “Apalagi, China sudah membatasi kayunya. Ini kesempatan bagi kita,” tegasnya.

Adhi mengakui, target ekspor USDS miliar memang berat, tapi tidak mustahil tercapai jika dikelola dengan sungguh-sungguh. Optimisme ini juga ditopang kinerja industri furnitur Indonesia yang tumbuh 5,1% pada kuartal I/2015. Angka ini naik dua kali lipat dibanding periode yang sama 2014 yang hanya2,4%. oktiani endarwati

sumber: http://www.kemenperin.go.id/artikel/12307/MEA-Jadi-Peluang-Furnitur-untuk-Perluas-Ekspor

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Best Seller
Rp 40.000
Rp 25.000
Rp 30.000
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp 5.000
Rp 15.000
Rp 25.000
December 2018
M T W T F S S
« Aug    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31